Efektifitas Perjuangan Menggunakan Konsep, Lobi Dan Aksi

Surabaya, SPDNews – Keberhasilan perjuangan yang dicapai Serikat Pekerja Danamon adalah menggunakan pola utama yaitu konsep, lobi dan aksi (KLA).

Strategi perjuangan ini dirumuskan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan afiliasinya seperti Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia, Serikat Pekerja Nasional (SPN), FSP Kimia Energi Pertambangan (KEP), FSP FARKES Reformasi, FSP Pariwisata Reformasi, FSP PPMI dan FSP ISI.

Sekretaris Jendral, Dannis Seniar Yullea Paripurna dalam setiap kesempatan konsolidasi anggota selalu mengingatkan akan pentingnya KLA.

Melalui konsep, kita merumuskan gagasan perubahan dalam sebuah narasi dengan menyajikan data dan argumentasi.

Dengan memiliki konsep, Serikat Pekerja Danamon bukan lagi tong kosong yang nyaring bunyinya. Tetapi sebuah organisasi yang memiliki landasan kuat terkait dengan apa yang sedang diperjuangkan.

Selanjutnya tentu saja konsep tersebut harus disampaikan secara resmi dan tertulis kepada Perusahaan dan lembaga lain serta melakukan pertemuan-pertemuan untuk menyampaikan gagasan atau goal perjuangan, proses ini kita sebut sebagai lobi.

Baca: Serikat Pekerja Danamon Presentasikan Struktur Upah Skala Upah Kepada Perusahaan

Jika lobi diabaikan, bahkan tidak ditanggapi maka aksi menjadi pilihan berikutnya.

Baca: Ini Usulan Tambahan Penghargaan Khusus Pensiun Normal Dan Pensiun Dipercepat

Kita tidak menabukan demonstrasi. Turun ke jalan secara besar-besaran adalah sesuatu yang dengan sadar kita lakukan. Tujuannya adalah untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.

Bagi organisasi perjuangan, seperti halnya Serikat Pekerja Danamon, kemampuan mengkonsolidasikan anggota untuk turun ke jalan adalah ukuran kekuatan. Tentu saja aksi yang kita lakukan adalah bentuk kesungguhan terhadap agenda perjuangan.

Baca: Ribuan Pekerja Bergembira Menerima Uang Penghargaan

“Kalau itu mentok ya harus aksi maksimal dengan catatan sudah ditata konsepnya dan dilakukan lobi yang benar tapi tidak efektif. Ya aksi jika terpaksa, tapi jangan cuma datang terus sowan saja, jangan cuma untuk gugurkan kewajiban saja, harus maksimal dan bukan cari sensasi sesaat.” ungkap Dannis.

2 Comments Add yours

  1. Happy Yuniar Rakhman says:

    💪

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.