Tidak Paham Manajemen Aksi, Demo Akan Gagal Dan Sepi

Bondowoso, SPDNews – Aksi demonstrasi adalah suatu metode perjuangan yang mengandalkan kekuatan massa dalam menekan Pemerintah atau Perusahaan untuk mencabut atau menuntut diberlakukan kebijakan yang dikehendaki massa.

Massa kepung Region Head di Kanwil Surabaya

Dannis Seniar Yullea Paripurna, Sekretaris Jendral dan juga inisiator terbentuknya Aliansi Perjuangan Buruh Jawa Timur (APBJ) telah menjadi motor dalam beberapa aksi demonstrasi di berbagai Perusahaan dan Pemerintah Daerah/Pusat, menjelaskan tahapan-tahapan menuju aksi demonstrasi sehingga tidak gagal dan tidak sepi.

1. Tahap Persiapan Demonstrasi

Isi atau tuntutan, yang diangkat dalam aksi demonstrasi harus dibicarakan dan diperdebatkan. Penentuan isu sangat penting karena akan memberi batasan gerak secara keseluruhan proses aksi demonstrasi di lapangan.

Pra kondisi aksi, adalah aktivitas yang dilakukan sebelum aksi demonstrasi utama berlangsung. Pra kondisi bisa dalam bentuk aksi penyebaran selebaran, penempelan poster, grafiti action, pawai kecil-kecilan disekitar lokasi tujuan aksi demonstrasi. Tujuan pelaksanaan pra kondisi aksi demonstrasi adalah mensosialisasikan rencana aksi demonstrasi beserta dengan isu atau tuntutannya dan memanaskan situasi di lokasi tujuan tertentu yang menjadi sasaran kampanye atau sasaran penyeretan massa.

Perangkat aksi, pembagian kerja para partisipan aksi demonstrasi dan ditentukan menurut kebutuhan. Dalam aksi demonstrasu minimal dibutuhkan perangkat antara lain koordinator lapangan (korlap), wakil koordinator lapangan (wakorlap), orator, juru bicara, negosiator, mobilisator, advokasi, dinamisator lapangan, logistik dan medical rescue, dokumentasi serta sentral informasi.

Kelengkapan material aksi, minimal poster, spanduk, selebaran, pengeras suara dan statemen atau release.

Massa persiapan aksi, kehadiran massa dalam jumlah yang massif dalam aksi demonstrasi merupakan faktor yang menentukan keberhasilan.

Target aksi, adalah tujuan-tujuan minimal dan maksimal yang akan diraih dalam aksi demonstrasi.

Sasaran dan waktu, mobilisasi massa akan diarahkan kemana senantiasa dibicarakan dalam persiapan pra aksi demonstrasi. Sasaran aksi demonstrasi adalah institusi perwakilan rakyat atau institusi lain yang relevan dengan tuntutan massa. Sedangkan waktu atau momentum aksi ditentukan berdasarkan kebutuhan yang paling mungkin dengan segala pertimbangan seperti basis massa dan sasaran aksi demonstrasi. Aksi pada satu momentum bersejarah akan membuka kembali memori massa akan satu peristiwa yang tidak dihendaki terjadi oleh semua. Maka momentum dapat dibagi menjadi 2, yaitu:

a. Momentum yang dibuat sendiri (ourself made momentum). Momentum pengajuan tuntutan terhadap Pemerintah atau Perusahaan untuk mencabut atau mengukuhkan kebijakan saat tertentu yang tidak ada basis materialnya pada masa lalu, bahwa pernah terjadi satu peristiwa penting yang diketahui orang banyak pada hari atau tanggal yang bersangkutan.
b. Momentum yang disediakan (privided momentum), yaitu saat penyelenggaran aksi massa yang ditepatkan dengan memperingati satu kejadian pada masa silam. Misalnya aksi pada tanggal 1 Mei yang memperingati hari buruh sedunia dan lain-lain.

Baca: APBJ Matangkan Advokasi Serikat Pekerja Danamon

2. Pelaksanaan Demonstrasi

Pada saat aksi demonstrasi dilakukan, segala tindakan massa diatur sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan para perangkat yang telah diberi tugas. Semua bekerja sesuai dengan tugas yang telah disepakati bersama dalam persiapan sebelum aksi demonstrasi digelar. Penyimpangan terhadap kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat bersama, akan dikoreksi pada saat forum evaluasi diadakan.

3. Evaluasi Demonstrasi

Evaluasi adalah tahap terakhir dari rangkaian aksi demonstrasi. Merupakan forum atau wadah tempat mengoreksi kesalahan-kesalahan atau penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di lapangan yang sebenarnya tidak sesuai dengan aturan aksi demonstrasi yang telah disepakati bersama. Evaluasi ini berfungsi melahirkan ide-ide baru yang dapat membangun struktur pemikiran alternatif terhadap pola aksi yang telah dilaksanakan. Dialektika pola aksi justru dapat terungkap ketika evaluasi terhadap pelaksanaan aksi demonstrasi digelar.

Baca: Rapat Dengar Pendapat Dengan Komisi IX DPR RI

Baca: DPW III Gelar Pertemuan Dengan Kepala OJK Regional IV

“Kami selalu melakukan monitoring tahapan-tahapan dengan baik sehingga jumlah massa aksi banyak, antusias, hemat biaya, kompak, bernyali dan diperoleh keberhasilan dari apa yang dituntut. Jangan sampai kita demo tapi tujuannya cuma pencitraan foto saat audensi. Nanti jadinya seperti agenda silaturahmi saja.” ungkap Dannis.

11 Desember tahun lalu, Serikat Pekerja Danamon mendapat apresiasi dari organisasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh diberbagai Federasi dan Konfederasi karena saat aksi demonstrasi berhasil menerobos pagar hidup petugas Kepolisian dan memasukkan mobil komando kedalam area Kantor Wilayah di Surabaya.

Comments (1)

  1. Happy Yuniar Rakhman

    💪

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: