GERAM Semarang Demo Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan

Semarang, SPDNews – Organisasi Serikat Buruh, Masyarakat Sipil dan Mahasiswa Kota Semarang yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (16/08/2019).

Mereka menolak usulan revisi Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang wacananya berisi perubahan ketentuan upah minimum, penambahan waktu, perluasan jenis pekerjaan dengan sistem kerja kontrak dan outsourching, pengurangan jumlah pesangon bagi buruh, serta perubahan skema jaminan pensiun.

Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM)

“Usulan tersebut dengan tegas kami tolak, karena hal itu akan mengancam kesejahteraan hidup buruh dan keluarganya yang sangat bergantung pada besarnya jumlah upah yang dibayarkan oleh pengusaha,” terang Koordinator Lapangan, Herdin Pardjoangan.

Menurutnya penentuan besaran upah buruh harus diatur secara tegas oleh pemerintah dengan memperhatikan pemenuhan kebutuhan hidup layak bagi buruh dan keluarganya.

“Negara tidak boleh melepaskan tanggung jawabnya untuk melindungi hak warga negaranya mendapatkan upah yang layak sebagai buruh,” imbuhnya.

Mulyono dari Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Jawa Tengah menegaskan penolakan terkait usulan penambahan durasi menjadi 5 tahun dan diperluasnya jenis pekerjaan kontrak dan outsourching. Begitu juga, rencana pengurangan pesangon pasca berakhirnya hubungan kerja.

“Kami menolak revisi Undang-undang Ketenagakerjaan versi majikan. Kaum buruh atau serikat buruh harus dilibatkan dan diakomodir kepentingannya dalam pembahasan revisi Undang-undang Ketenagakerjaan. Dan terahir adalah mendesak Gubernur Provinsi Jawa Tengah untuk segera mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo dan DPR RI untuk menolak revisi Undang-undang Ketenagakerjaan yang diusulkan oleh pengusaha”, pungkas dia.

Comments (2)

  1. Dannis Seniar Yullea Paripurna

    Semarang ✊

  2. Ay Qursias

    Semarang ayoooo terus bergerak, lawan ketidakadilan terhadap buruh

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: