Kirim Somasi Ke Direksi, Ketua SPBI Bank Yudha Bhakti Malah Di-PHK

Surabaya, SPDNews – Dugaan terjadinya union busting, kembali dialami pengurus serikat pekerja di sektor perbankan. Kali ini menimpa Ketua Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) Bank Yudha Bhakti, Andre Goranico Samosir.

Ini bermula karena Andre dan dua orang lainnya mengirimkan permohonan agar diberikan keterangan tentang informasi keanggotaan koperasi.

Jaringan Komunikasi Serikat Pekerja Perbankan (JARKOM SP Perbankan) di KontraS Surabaya, 27 Juli 2020

“Kami menanyakan potongan tunai atas upah untuk iuran koperasi. Potongan dilakukan oleh perusahaan atas kewajiban sebagai anggota koperasi. Kepada siapa iuran itu diserahkan dan siapa pengurusnya (koperasi),” kata Andre.

Permohonan informasi dikirimkan sebanyak dua kali. Namun upayanya tidak mendapatkan jawaban, sehingga tanggal 29 Juni 2020 mereka mengirimkan surat somasi ke direksi.

Manajemen menanggapi somasi yang disampaikan tersebut tidak tepat sasaran dan salah alamat. Sehingga dipersilahkan untuk menghubungi Koperasi Karyawan Bank Yudha Bhakti. Dampaknya, Andre mendapatkan surat pemutusan hubungan kerja (PHK).

Andre di-PHK mulai tanggal 24 Juli 2020. Dianggap melanggar peraturan perusahaan karena melakukan tindakan yang dapat membahayakan dan merugikan dengan cara menyebarkan surat gelap (surat kaleng) dan atau membuat surat tidak benar atau menyebarkan kebohongan.

PHK yang dialami oleh Andre membuat geram Jaringan Komunikasi Serikat Pekerja Perbankan (JARKOM SP Perbankan). Aliansi ini melakukan rapat konsolidasi untuk merespon permasalahan yang dialami pengurus dan anggota SPBI Bank Yudha Bhakti.

Rapat digelar Senin (27/07/2020) di KontraS Surabaya. Dihadiri oleh SPBI Bank Yudha Bhakti, Serikat Pekerja Danamon, Serikat Pekerja Perjuangan Bank Maybank Indonesia (SPPBMI), Serikat Pekerja Bank Shinhan Indonesia (SPBSI) dan Wadah Asah Solidaritas (WADAS).

Patut diduga ini sebagai bentuk balasan karena sebelumnya SPBI Bank Yudha Bhakti juga gencar melawan PHK sepihak yang dilakukan manajemen dengan alasan tidak mencapai target. Menurut Roni Mahmud sebagai perwakilan SPBSI, alasan PHK tersebut sangat aneh.

Lebih lanjut ia berjanji akan menyampaikan seruan kepada serikat pekerja perbankan lainnya supaya bersama-sama melakukan aksi penolakan.

“Kami prihatin masih ada PHK di situasi pandemi COVID-19,” pungkas Roni.

Comments (5)

  1. Dannis Seniar Yullea Paripurna

    BERSATU KITA KUAT,. BERSAMA KITA HEBAT

  2. Erwinsyah Idris

    Saatnya Bersatu Pekerja Bank Menggugat Ketidakadilan ✊

  3. JARKOM SP Perbankan Jatim

    Tolak PHK

  4. Stevanus Kristianto

    Sangat disayangkan masih ada lagi perbankan yg melakukan langkah yg TDK elegan. Apakah ini GCG yg diharapkan OJK? Kontrol yg patut dipertanyakan.

  5. Tolak PHK..berikan keadialan untuk para pekerja

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: