Bankir Aksi Seorang Diri, Begini Perjuangannya

Surabaya, SPDNews – Dengan suara yang terdengar serak, sambil mengibarkan kaos berwarna merah dan memegang poster bertuliskan #sos #lockdown, Andre Goranico Samosir berteriak “Ooooeee Lockdown!”.

Sudah lima hari sejak tanggal 27 Maret 2020, berpakaian rapi melakukan aksi sendirian. Aksinya dilakukan di depan gedung yang merupakan simbol negara yaitu Gedung Grahadi yang terletak di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.

Andre Goranico Samosir (Ketua SPBI Bank Yudha Bhakti)

Dia adalah salah satu pekerja di sektor perbankan yang prihatin dan resah dengan kondisi merebaknya virus corona atau COVID-19.

Ketua SPBI Bank Yudha Bhakti ini merasa khawatir terhadap pekerja/buruh yang saat ini masih belum diliburkan dan sangat rentan terkena virus corona. Walau telah tersedia sarana cuci tangan dan hand sanitizer, pekerja Bank tetap merasa khawatir terutama saat melayani nasabah melakukan transaksi keuangan.

Selain itu, Andre juga gelisah ketika melihat para buruh di pabrik manufaktur yang masih harus bekerja. Walau Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur telah menerbitkan surat edaran, namun pelaksanaan pengawasannya sangat lemah.

“Jika ada buruh pabrik yang terkena virus corona di pabrik atau tempat kerja, pengusaha atau perusahaan mudah mencari penggantinya. Namun anak buruh akan kehilangan bapak selamanya dan sumber penghasilan,” tutur Andre.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi melakukan aksi sendirian di depan Gedung Grahadi, Surabaya. Tanpa ditemani banyak orang seperti aksi demonstrasi buruh pada umumnya.

Aksi dilakukan dua kali dalam sehari, yaitu pukul 10:00 dan jam 14:00 WIB. Durasi setiap aksi adalah 30 menit. Bahkan dia melakukannya tanpa dibantu alat pengeras suara atau mobil komando.

Kadang, ada beberapa teman menemani untuk memberi semangat kepada Andre.

Andre menyadari bahwa yang dilakukannya akan mendapat cibiran dari kawan-kawan bahkan akan dianggap gila oleh orang yang melintas di Jalan Gubernur Suryo. Sangat mungkin dia akan diusir oleh petugas keamanan karena dianggap meresahkan dan memancing orang berkumpul. Namun Andre tidak gentar.

Kini, di depan gedung negara sudah ada tentara yang berjaga.

“Aku ndak mungkin lama di sana, dengan pita suara yang sudah mulai terkendala, aku tetap bersuara, Merdeka!,” demikian ungkap bankir yang kini dijuluki sang lone demonstran

Artikel ini ditulis oleh Andri Prapto Prastiantono dan telah terbit di wadas.org

 

Comments (3)

  1. BAPOR SP Danamon

    Panjang umur perlawanan 🔥

  2. Abdoel Moedjib

    Salut buat Pekerja bank yg peduli Dan militan

  3. Dannis Seniar Yullea Paripurna

    TOP

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: